Kenapa Ongkir ke Jepang Bisa Berbeda Padahal Berat Paket Sama?



Kadang ada orang yang membandingkan ongkir dengan temannya.

“Lho, punya saya 10 kg, punya teman saya juga 10 kg. Kok harganya beda?”

Nah, ini memang bisa terjadi.

Berat paket yang sama belum tentu berarti ongkirnya sama.

Ada beberapa hal yang perlu dilihat.

Ukuran kardus bisa berpengaruh

Ini salah satu penyebab yang paling sering.

Misalnya ada dua paket yang sama-sama memiliki berat asli 10 kg.

Paket pertama dikemas dengan kardus yang cukup padat dan ukurannya tidak terlalu besar.

Paket kedua menggunakan kardus besar karena barang di dalamnya ringan dan membutuhkan banyak ruang.

Kalau menggunakan perhitungan berat volume, ukuran kardus paket kedua bisa membuat perhitungan beratnya menjadi lebih tinggi.

Rumus yang umum digunakan:

Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 5000

Jadi jangan heran kalau berat timbangan sama, tetapi hasil perhitungan pengirimannya berbeda.

Jenis barang juga bisa berbeda

Barang yang dikirim juga perlu diketahui.

Mengirim paket ke Jepang yang berisi pakaian, buku, makanan kemasan, peralatan rumah tangga atau barang lainnya bisa mempunyai ketentuan yang berbeda.

Ada barang yang membutuhkan perhatian khusus.

Jadi admin biasanya tidak hanya bertanya:

“Beratnya berapa?”

Tetapi juga:

“Isinya apa?”

Bukan kepo.

Memang bagian dari proses pengiriman. 😄

Jenis layanan yang dipilih

Ini juga jelas berpengaruh.

Pengiriman udara dan laut mempunyai karakter yang berbeda.

Begitu juga layanan express dan regular.

Kalau seseorang menggunakan layanan yang lebih cepat, tentu biayanya bisa berbeda dengan orang yang memilih layanan ekonomis.

Misalnya sama-sama mengirim 10 kg ke Jepang.

Orang pertama ingin cepat sampai.

Orang kedua tidak masalah menunggu lebih lama.

Wajar kalau pilihan layanan dan biayanya berbeda.

Tujuan di Jepang

Alamat tujuan juga penting.

Jepang bukan cuma Tokyo dan Osaka.

Ada banyak kota dan wilayah lainnya.

Setelah barang tiba di Jepang, paket masih perlu dikirim menuju alamat penerima.

Karena itu, alamat lengkap diperlukan untuk menghitung dan menentukan proses pengiriman.

Jadi jangan hanya menulis:

“Ke Jepang.”

Itu negara, bukan alamat. 😄

Cara packing juga bisa membuat perbedaan

Packing bukan sekadar memasukkan barang ke kardus lalu menutupnya dengan lakban.

Kadang barang membutuhkan perlindungan tambahan.

Misalnya menggunakan bubble wrap atau bahan pelindung lainnya.

Kalau barang sudah aman, baru kemudian kardus ditutup dan disiapkan untuk dikirim.

Karena itu, berat atau ukuran setelah packing bisa berbeda dari perkiraan awal sebelum barang dikemas.

Berat sebelum dan sesudah packing bisa berbeda

Misalnya awalnya barang yang akan dikirim hanya 9 kg.

Setelah dimasukkan kardus, ditambah bubble wrap, pelindung dan bahan packing lainnya, berat akhirnya bisa menjadi lebih tinggi.

Hal seperti ini cukup normal.

Makanya kalau ingin mendapatkan perkiraan ongkir, sebaiknya gunakan data paket yang sudah mendekati kondisi sebenarnya.

Jangan menghitung berdasarkan barang yang masih berserakan di lantai rumah. 😄

Harga murah belum tentu perbandingan yang sama

Ketika membandingkan harga antar jasa pengiriman, pastikan yang dibandingkan memang sama.

Misalnya:

  • Jenis layanan sama

  • Berat sama

  • Ukuran paket sama

  • Tujuan sama

  • Isi barang tidak berbeda jauh

  • Biaya yang termasuk dalam harga sama

Kalau satu harga sudah all-in sampai alamat tujuan sedangkan harga lainnya belum termasuk beberapa biaya, tentu hasil akhirnya bisa berbeda.

Jangan sampai membandingkan harga A yang sudah selesai dengan harga B yang baru pemanasan. 😄

Jadi, kenapa berat sama tetapi ongkir berbeda?

Karena ongkir tidak selalu hanya ditentukan oleh berat.

Ukuran paket, berat volume, jenis barang, layanan, tujuan dan proses packing juga bisa memengaruhi perhitungan.

Jadi kalau ingin mengetahui biaya kirim secara lebih akurat, berikan informasi paket selengkap mungkin.

Minimal berat, ukuran, isi barang dan alamat tujuan.

Dengan begitu, perhitungannya lebih masuk akal dan tidak sekadar tebak-tebakan.

Karena urusan ongkir sebaiknya dihitung berdasarkan kondisi paket yang sebenarnya, bukan berdasarkan:

“Kayaknya sekitar 10 kilo, deh.”

Kata “kayaknya” itu sering menjadi awal dari banyak kejutan. 😄

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Ongkir ke Jepang Bisa Berbeda Padahal Berat Paket Sama?"

Posting Komentar