Anak Sudah Lama di Jepang, Orang Tua Masih Suka Mengirim Paket

 



Punya anak yang tinggal jauh dari rumah pasti punya cerita tersendiri. Apalagi kalau anaknya bekerja atau belajar di Jepang dan hanya bisa pulang ke Indonesia sesekali.

Waktu pertama kali berangkat, mungkin orang tua sibuk membantu menyiapkan koper. Mulai dari pakaian, perlengkapan sehari-hari, sampai makanan yang sekiranya bisa dibawa selama perjalanan.

Setelah anak berangkat, rumah kembali seperti biasa. Hanya saja, ada satu orang yang sekarang tidak lagi ikut makan malam atau duduk santai bersama keluarga.

Awalnya mungkin masih sering menelepon dan bertukar kabar. Lama-kelamaan, orang tua mulai terbiasa dengan rutinitas baru. Anak juga mulai sibuk dengan pekerjaan, kuliah, atau kegiatan sehari-hari di Jepang.

Namun, bukan berarti perhatian orang tua ikut berkurang.

Kadang ketika pergi ke pasar, ibu masih teringat makanan kesukaan anaknya. Ketika membereskan lemari, ayah menemukan barang yang mungkin dibutuhkan anak di sana. Hal-hal kecil seperti ini bisa membuat mereka berpikir untuk mengirim paket ke Jepang.

"Kalau barang ini dikirim, kira-kira dia masih mau pakai nggak, ya?"

Pertanyaan sederhana seperti itu mungkin pernah muncul ketika sedang memilih barang untuk dikirimkan kepada anak yang tinggal jauh.

Tidak semua barang harus dikirim, tentu saja. Kadang cukup bertanya dulu kepada anak apa yang sedang dibutuhkan. Dengan begitu, barang yang dikirim benar-benar berguna dan tidak menambah barang yang sebenarnya sudah dimiliki.

Kalau sudah menentukan barangnya, langkah berikutnya adalah mencari tahu cara mengirimkannya.

Sekarang ada jasa pengiriman yang melayani pengiriman barang dari Indonesia ke Jepang. Orang tua di Indonesia bisa mencari layanan yang sesuai tanpa harus menunggu anak pulang atau menitipkan barang kepada orang yang kebetulan bepergian ke sana.

Sebelum mengirim paket ke Jepang, pastikan dulu barang yang dipilih boleh dikirim dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kalau ingin memasukkan makanan, misalnya, jangan langsung menganggap semua makanan dari Indonesia bisa masuk ke Jepang. Beberapa jenis makanan memiliki pembatasan khusus.

Setelah itu, siapkan kemasan yang aman. Barang-barang sebaiknya ditata dengan rapi di dalam kardus yang cukup kuat. Perhatikan juga berat dan ukurannya karena kedua hal tersebut bisa memengaruhi biaya pengiriman.

Kalau belum pernah mengirim paket ke Jepang, tidak perlu malu untuk bertanya kepada pihak ekspedisi. Cari tahu berapa perkiraan biayanya, pilihan layanan yang tersedia, dan berapa lama waktu pengirimannya.

Dengan mengetahui informasi tersebut sejak awal, kita bisa mempersiapkan semuanya dengan lebih tenang.

Ada pilihan pengiriman udara yang umumnya lebih cepat dan pengiriman laut yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak di Jepang. Kalau barangnya tidak mendesak, kita bisa mempertimbangkan layanan yang lebih sesuai dengan anggaran.

Jangan lupa menuliskan alamat penerima dengan lengkap. Meskipun mengirim kepada anak sendiri, tetap periksa kembali nama, alamat, kode pos, dan nomor teleponnya.

Setelah paket dikirim, orang tua mungkin akan sesekali memeriksa nomor resi untuk melihat perjalanan barangnya. Sementara itu, anak di Jepang bisa mulai menunggu kedatangan paket dari rumah.

Bagi orang lain, mungkin isinya hanya beberapa potong pakaian, makanan, atau perlengkapan sehari-hari. Tetapi bagi seorang ibu atau ayah, mengirim paket bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk tetap memperhatikan anaknya yang tinggal jauh.

Mereka memang tidak bisa setiap hari menyiapkan makanan atau membantu ketika anak membutuhkan sesuatu. Namun, selama masih memungkinkan, ada hal-hal kecil yang tetap bisa dilakukan dari Indonesia.

Dan ketika paket itu akhirnya sampai di Jepang, mungkin rasa senangnya bukan hanya milik orang yang menerima. Orang yang mengirimkannya pun ikut lega karena barang yang disiapkan dengan penuh perhatian sudah sampai ke tujuan.

Jarak memang membuat keluarga tidak bisa selalu berkumpul. Tetapi, sesekali mengirim paket bisa menjadi cara sederhana untuk menghadirkan sedikit suasana rumah di tempat yang jauh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Sudah Lama di Jepang, Orang Tua Masih Suka Mengirim Paket"

Posting Komentar